Blora, suarajateng.co.id – Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit truk tronton bermuatan keramik dengan sebuah sepeda motor terjadi di ruas jalan raya Blora-Purwodadi, tepatnya di area tikungan Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Jumat (3/4/2026).
Peristiwa bermula saat truk tronton Nopol (L 8053 UDC) yang dikemudikan oleh Yudi, warga Bojonegoro, Jawa Timur, melaju dari arah barat (Purwodadi menuju Blora). Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan medan tikungan, sebuah sepeda motor Nopol (H 4786 ZS) yang dikendarai oleh Riko Prihartanto (24), warga Dusun Tambakrejo, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, meluncur kencang dari arah berlawanan (timur).
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur lawan.
“Motor dari arah timur memang kencang sekali. Pas di tikungan, posisinya terlalu ke kanan (makan jalan), akhirnya langsung menabrak tronton dari arah depan,” ujar salah satu saksi yang melintas.
Akibat benturan keras tersebut, kondisi kedua pengendara berbanding terbalik:
Pengemudi Truk (Yudi): Dilaporkan selamat tanpa luka sedikitpun (nihil lecet).
Pengendara Motor (Riko): Diduga mengalami patah tulang pada tangan bagian kiri dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kendaraan sepeda motor milik korban mengalami kerusakan parah pada bagian depan setelah menghantam badan truk yang berukuran jauh lebih besar. Kejadian ini sempat menarik perhatian pengguna jalan lain yang melintas.
“Wah, salah pilih musuh itu. Motor kok nabrak tronton, ya jelas ‘peok’ (ringsek) motornya,” cetus salah seorang pengguna jalan di lokasi kejadian.
Kasus kecelakaan ini awalnya ditangani oleh personil dari Polsek Ngawen. Namun, untuk proses penyelidikan lebih lanjut dan olah TKP yang lebih mendalam, perkara ini akan segera dilimpahkan ke unit Satlantas Polres Blora.
Hiimbauan kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur tikungan di sepanjang ruas Blora-Purwodadi yang dikenal rawan kecelakaan.
(Tim redaksi)





