Grobogan, suarajateng.co.id – Isu dugaan pungutan liar (pungli) terkait penerimaan becak listrik gratis dari Yayasan GSN kembali mencuat di Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh.
Melakui informasi Dari warga Masyarakat pilangpayung yang merupakan Tetangga Para Penerima Becak Listrik Gratis menyebut adanya manipulasi data penerima becak, di mana beberapa orang yang bukan asli tukang becak tapi bisa menerima bantuan tersebut.
Alih alih menerima, ternyata isu adanya pungli besaran Jutaan rupiah Muncuat ramai di masyarakat pilangpayung Yang menyebutkan bahwa Itu dilakukan Oleh sdr. S yang merupakan Pensiunan ASN kecamatan Toroh Yang merupakan saudara kandung dari salah satu Oknum kepala dusun, didesa pilang payung
Selain itu, warga juga menyebut dugaan penjualan bantuan traktor/alsintan dari Program bantuan Kementrian pertanian.
Warga menyebut bahwa Proses Penyerahan Bantuan Kementrian Pertanian tersebut Berlokasi Di Desa Tambirejo Yang di hadiri Langsung Oleh Wamen Pertanian Yaitu Sudaryono.
Semua diduga dilakukan oleh oknum Kepala Dusun (Kadus) berinisial Sdr H. Bantuan tersebut seharusnya diperuntukkan bagi kelompok tani, namun diduga Dikuasai dan kemudian dijual oleh oknum tersebut.
Warga juga resah dengan dugaan penipuan yang mengatasnamakan perekrutan pegawai pendamping desa dan Patut diduga merupakan percaloan yang dilarang pemerintah.
Dugaan ini melibatkan Saudara S, yang merupakan saudara kandung dari oknum Kadus Di Desa Pilangpayung Yaitu Sdr HR.
Saat berita viral di medsos Respon cepat dilakukan oleh Pihak Pemerintah daerah yang di wakili oleh bapak wakil bupati Bapak Sugeng Hadi dengan memanggil dan mengumpulkan Semu pihak Yaitu Penerima bantuan becak Listrik, termasuk Kepala Desa Pilangpayung. Dan hasil pertemuan Klarifikasi tersebut Bapak wakil bupati tidak menemukan Adanya Pungli dalam program penerimaan bantuan Becak listrik Dan bupati menyatakan Berita Selama ini yang viral tersebut sebagai Hoax melalui beberapa Tayangan media sosial.
Alih alih Disebut berita hoax, Masyarakat Pilangpayung Justru menangapi nya bahwa Bapak wakil bupati grobogan mendapatkan Laporan ataupun Pernyataan bohong dadi berbagai pihak Termasuk Laporan Kepala desa pilang payung.
Isu beredar nya, Masyarakat malah menduga bahwa Kepala desa pilang payung Memberikan laporan atau Informasi palsu kepada bapak wakil bupati.
“Kalo seperti itu kami justru Menduga Kepala desa Pilangpayung Turut terlibat meskipun secara tidak langsung dalam kasus ini dengan melakukan manipulasi data informasi untuk menutupi atau membela perangkat desanya.
Masyarakat menuntut pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan obyektif, karena mencoreng nama baik pemerintah daerah dan menjadikan citra buruk terhadap bantuan positif dari Presiden Prabowo ¹.
(Tim Redaksi)
