Grobogan, suarajateng.co.id – Marwah profesi jurnalistik kembali dicoreng oleh sikap arogan oknum pejabat publik. Kali ini, tindakan tidak terpuji datang dari seorang Kepala Desa (Kades) di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, pada Rabu (11/02/2026).

Alih-alih memberikan transparansi terkait lelang aset desa, oknum Kades tersebut justru melontarkan hinaan dengan menyebut awak media yang bertugas sebagai “Media Bodrex”.

Insiden ini bermula saat sejumlah wartawan media online hendak melakukan fungsi kontrol sosial dengan meminta wawancara usai acara lelang aset desa berakhir. Namun, sebelum pertanyaan diajukan, oknum Kades tersebut langsung mengeluarkan pernyataan tendensius dan merendahkan.

Ia secara eksplisit melarang hasil wawancara ditayangkan di platform yang ia labeli sebagai “media bodrex”. Sontak, pernyataan tersebut memicu ketegangan dan protes keras dari para kuli tinta yang hadir di lokasi.

Sikap defensif dan penghinaan ini dinilai sebagai bentuk ketakutan akan keterbukaan informasi publik serta upaya pembungkaman pers. Mengacu pada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tindakan menghalangi tugas jurnalis, apalagi disertai dengan pelecehan verbal terhadap institusi media, adalah pelanggaran serius.

“Pernyataan ini bukan hanya menyerang pribadi wartawan yang hadir, tapi merupakan penghinaan terhadap pilar keempat demokrasi,” ujar salah satu awak media yang berada di lokasi.

Aksi protes langsung dilayangkan oleh para wartawan di lokasi kejadian. Mereka menuntut klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka dari oknum Kades tersebut. Tuduhan “media bodrex” tanpa dasar merupakan stigmatisasi yang mencederai hubungan kemitraan antara pemerintah desa dan media massa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Kramat belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait motif di balik ucapan kasar pemimpin mereka tersebut. Masyarakat kini menanti ketegasan pihak terkait untuk membina oknum pejabat yang anti-kritik dan buta akan etika komunikasi publik ini.(Tim redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *