PATI, suarajateng.co.id – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh unggahan akun TikTok @vind.updates yang mengungkap bobroknya proyek pembangunan talud di area persawahan Desa Dengkek, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Proyek yang diduga menggunakan anggaran Dana Desa tersebut menuai kecaman karena kualitasnya yang sangat memprihatinkan.

​Dalam rekaman video yang viral, terlihat jelas betapa rapuhnya fisik bangunan tersebut. Ironisnya, bangunan talud yang seharusnya kokoh itu justru rontok dan batunya berjatuhan hanya dengan sentuhan tangan. Warga setempat yang merasa geram sengaja merekam kondisi tersebut sebagai bentuk protes atas pengerjaan proyek yang dianggap “seenak jidat” tanpa memperhatikan standar mutu.

​Akun @vind.updates dalam unggahannya menuliskan kekecewaan mendalam: “Lagi-lagi proyek busuk… warga mengirim video tersebut lantaran geram karena bangunan yang dibangun menggunakan dana desa dibuat seenak jidat.”

​Saat dikonfirmasi, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati menyatakan bahwa pada tahun ini pihaknya tidak memiliki agenda pembangunan proyek talud di lokasi tersebut.

​Pihak DPUTR menduga kuat bahwa proyek tersebut bersumber dari Dana Desa (DD), yang mana pengawasan dan kendali penuhnya berada di bawah naungan Dispermades (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa).

​Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Dispermades Kabupaten Pati untuk meminta pertanggungjawaban terkait pengawasan proyek tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dengan alasan masih dalam masa hari libur.

​Meski rincian tahun anggaran dan nilai pagu proyek belum diketahui secara pasti, buruknya kualitas material di lapangan menjadi bukti nyata adanya ketidakberesan dalam pengerjaan.

​Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya praktik korupsi atau “bancakan” anggaran demi memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan kualitas infrastruktur publik. Masyarakat mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan investigasi di lapangan.

“Secepatnya harus ada konfirmasi dari pihak-pihak terkait supaya hal ini tidak terjadi lagi. Jika memang terjadi (penyelewengan) untuk memperkaya diri sendiri, diharapkan APH segera turun tangan,” tegas narasi dalam unggahan tersebut.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *