SuaraJateng – Di tengah arus informasi yang kian deras dan sering kali bias, PT. Reformasi Indonesia Maju melalui kanal media Sura Jateng hadir membawa komitmen baru dalam dunia pers Indonesia. Mengusung filosofi sebagai pilar demokrasi, Sura Jateng menegaskan posisinya bukan sekadar pembawa berita, melainkan garda terdepan dalam fungsi kontrol sosial.
Slogan “Mengungkap Fakta, Membongkar Realita” bukanlah sekadar deretan kata tanpa makna. Redaksi Sura Jateng berkomitmen penuh untuk menyuguhkan pemberitaan yang riil dan jauh dari narasi hoaks. Fokus utama kami adalah memastikan setiap rupiah uang negara digunakan sebagaimana mestinya demi kesejahteraan rakyat.
”Kami hadir untuk memastikan tidak ada celah bagi penyimpangan. Jika ada kekurangan atau kelalaian dalam pemerintahan, Sura Jateng akan mengkritik dengan keras dan tegas. Kami tidak melihat siapa tokoh di baliknya, namun kami melihat kebenaran di atas segalanya,” tegas perwakilan redaksi.
Sura Jateng menyadari bahwa kritik yang tajam sering kali disalahpahami. Namun, kami memegang teguh prinsip bahwa media adalah kontrol sosial, bukan momok yang harus ditakuti. Kritik yang kami layangkan adalah bentuk dedikasi untuk memperbaiki sistem dan mendorong perkembangan dunia informasi yang sehat
- Objektivitas Tanpa Pandang Bulu: Menyuarakan kebenaran tanpa intervensi dari pihak manapun.
- Transparansi Anggaran: Menyoroti setiap penggunaan uang negara agar tetap pada jalurnya.
- Penyaring Hoaks: Menjamin setiap berita yang tayang telah melewati proses verifikasi fakta yang ketat.
- Suara Rakyat: Menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah terhadap pelayanan publik.
Sebagai bagian dari PT. Reformasi Indonesia Maju, Sura Jateng percaya bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai keterbukaan informasi. Kami hadir untuk menuliskan apa yang kami lihat, menyuarakan apa yang kami dengar, dan menyuguhkan kebenaran apa adanya untuk seluruh rakyat Indonesia.
Kehadiran Sura Jateng diharapkan mampu menjadi katalisator bagi perubahan yang lebih baik, di mana kebenaran menjadi panglima dan transparansi menjadi budaya yang mendarah daging di tanah air.(Suara Jateng)
