INDONESIA, SUARAJATENG.CO.ID – Media Sosial Jagat maya mendadak panas. Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji seorang pria berseragam dinas yang diduga kuat merupakan oknum tenaga pendidik kini menjadi pusat kemarahan netizen. Bukannya memberikan teladan, oknum ini justru mempertontonkan perilaku primitif dengan menjadikan penyandang disabilitas sebagai bahan olokan.
Kronologi Kejadian yang Memuakkan
Kejadian bermula saat seorang pria tunawicara sedang melakukan live streaming di media sosial untuk berinteraksi dengan audiensnya. Namun, bukannya dukungan yang didapat, ia justru menjadi sasaran perundungan (bullying) secara terbuka.
Dalam potongan video yang viral tersebut, oknum guru itu dengan sengaja menirukan cara bicara korban dengan nada mengejek. Mirisnya lagi, aksi nirempati ini diiringi gelak tawa seorang wanita di latar belakang yang diduga merupakan anggota keluarganya.
Pendidik yang Kehilangan Moral
Sikap ini memicu gelombang kecaman yang masif. Publik menilai tindakan tersebut sangat rendah dan mencederai martabat penyandang disabilitas. Predikat “pendidik” yang melekat pada seragam oknum tersebut dianggap telah dicoreng oleh mentalitas yang sama sekali tidak manusiawi.
“Seorang guru seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengajarkan etika dan inklusivitas. Jika benar pelaku adalah seorang pendidik, maka ia telah gagal total secara moral dan profesional!” tulis salah satu komentar netizen yang didukung ribuan orang lainnya.
Tuntutan Netizen: Pecat dan Tindak Tegas!
Mayoritas warga net mendesak instansi terkait, baik Dinas Pendidikan maupun kementerian terkait, untuk segera turun tangan. Tidak ada ruang bagi diskriminasi dan penghinaan terhadap kelompok disabilitas di negeri ini, apalagi jika dilakukan oleh aparat negara atau tenaga pendidik.
Poin-poin kemarahan publik:
Penyalahgunaan Seragam: Mengenakan seragam dinas saat melakukan aksi penghinaan adalah pelecehan terhadap institusi.
Pelanggaran Kemanusiaan: Mengejek keterbatasan fisik adalah bentuk degradasi moral yang paling rendah.
Efek Jera: Publik menuntut sanksi disiplin berat, hingga pemecatan, agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap oknum tersebut tengah ditelusuri oleh netizen, dan desakan agar pihak berwajib melakukan investigasi terus mengalir deras. Pendidikan bukan hanya soal gelar, tapi soal adab. Dan oknum ini jelas tidak memiliki keduanya. (Tim redaksi)
