Blora, suarajateng.co.id – Insiden dugaan pengambilan ponsel (HP) milik salah satu pengunjung di lingkungan RSUD dr. R. Soetijono Blora mendadak viral pada Selasa (10/03/2026). Peristiwa yang terjadi di ruang tunggu rumah sakit tersebut menyeret nama istri dari seorang mantan Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Tunjungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat seorang pria paruh baya asal Kecamatan Jiken tengah duduk di kursi tunggu pasien. Karena kondisi fisik yang kelelahan, korban diduga meletakkan ponselnya di samping tempat duduknya tanpa menyadari keberadaan seorang wanita di sebelahnya yang belakangan diketahui sebagai istri mantan Kades Nglangitan.
Korban yang sempat tertidur lelap akibat rasa capek tidak menyadari bahwa ponsel miliknya telah berpindah tangan. Saat terbangun, ponsel tersebut sudah tidak ada di lokasi semula.
Pegawai RSUD dr. R. Soetijono Blora, yang berinisial Bri, mengonfirmasi adanya kegaduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak keamanan dan pegawai segera bergerak cepat demi menjaga mutu pelayanan dan keamanan lingkungan rumah sakit.
”Sempat ramai, tapi kami sebagai pegawai harus sigap membantu mencari semaksimal mungkin. Setelah dilakukan penelusuran informasi, akhirnya identitas ibu tersebut terungkap,” ujar Bri saat dimintai keterangan.
Meski saat ini permasalahan dikabarkan telah diselesaikan secara kekeluargaan, muncul kecurigaan terkait motif pengambilan barang tersebut. Bri menyebutkan ada indikasi yang mengarah pada unsur kesengajaan, mengingat respon pihak terduga saat dihubungi.
”Mungkin ada anggapan tidak sengaja terbawa, tapi kalau memang tidak sengaja, kenapa saat ditelepon berulang kali tidak diangkat? Ini yang membuat munculnya dugaan adanya unsur kesengajaan,” tambahnya.
Pihak RSUD dr. R. Soetijono Blora menghimbau kepada seluruh masyarakat, baik pegawai maupun pembesuk, agar senantiasa waspada terhadap barang bawaan masing-masing. Fasilitas publik seperti rumah sakit merupakan area yang rawan jika pengunjung lengah.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas. Sebagaimana pesan waspada yang melegenda: “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!”
(Tim redaksi)
