Home / News /

Blora, suarajateng.co.id – Belum genap setahun proyek pembangunan jalan rijit beton jalur Jepon-Jatirogo yang menelan anggaran fantastis miliaran rupiah pada tahun 2025 kini berubah menjadi “jebakan maut”. Bukannya menghadirkan kelancaran ekonomi, infrastruktur yang digadang-gadang kokoh ini justru mulai hancur, mengancam nyawa setiap pengendara yang melintas.

​Pantauan di lapangan, tepatnya di sebelah utara Puskesmas Jepon, kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan. Lapisan beton terpantau mengelupas hebat hingga mengekspos tulang besi cor ke permukaan. Kondisi ini bukan sekadar kerusakan biasa, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik.

​Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh warga sekitar. AD, salah satu warga di lokasi dekat Puskesmas Jepon, membenarkan bahwa jalan yang seharusnya tahan lama tersebut kini sudah memakan korban.

​”Sangat parah. Betonnya mengelupas dan sudah ada pengendara yang jatuh di sini. Dulu katanya bakal awet dan kokoh, tapi kenyataannya jauh dari harapan. Ini sangat membahayakan,” cetus AD dengan nada geram (25/03/2026).

​Senada dengan itu, warga lain yang enggan disebutkan namanya secara terang-terangan mengatakan diduga adanya ketidakberesan dalam proses pengerjaan. Ia mempertanyakan ke mana larinya uang rakyat yang jumlahnya miliaran tersebut jika hasilnya hanya berupa jalan yang “ringkih”.

​”Ini uang rakyat! Kenapa pengerjaannya asal-asalan? Baru sebentar sudah hancur dan besinya kelihatan semua. Kalau melihat fakta di lapangan seperti ini, kami sebagai warga patut menduga adanya indikasi korupsi material. Kualitasnya sangat buruk!” tegasnya.

​Kerusakan dini pada konstruksi beton rijit biasanya menjadi indikasi kuat adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknik atau mark-down kualitas material. Publik kini mendesak Dinas terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tutup mata. Bagaimana mungkin proyek dengan anggaran miliaran bisa hancur dalam hitungan bulan jika pengawasan dilakukan dengan benar?

​Siapa yang bertanggung jawab atas potensi kecelakaan yang mengintai warga setiap detik? Apakah harus menunggu ada nyawa melayang lebih banyak lagi sebelum otoritas terkait bergerak melakukan audit investigasi terhadap kontraktor pelaksana?

​Dihimbau kepada seluruh masyarakat yang melintasi jalur Jepon-Jatirogo, terutama di titik utara Puskesmas Jepon, untuk ekstra waspada. Lubang-lubang dalam dengan besi yang mencuat siap merobek ban kendaraan atau menyebabkan kecelakaan fatal bagi pengendara motor.

​Publik kini menunggu keberanian pemerintah dan dinas terkait untuk membongkar borok di balik proyek “Beton Rapuh” ini. Jangan biarkan uang rakyat mengalir ke kantong-kantong pribadi sementara nyawa warga dipertaruhkan di jalanan yang baru sudah bobrok.

(Tim redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *