Home / Umum / Menggetarkan Bumi Blora Utara 14 Kelompok Barongan dan Jaranan Siap Ambil Bagian dalam Kirab Geni di Wisata Rakyat Medang Kamulyan

Menggetarkan Bumi Blora Utara 14 Kelompok Barongan dan Jaranan Siap Ambil Bagian dalam Kirab Geni di Wisata Rakyat Medang Kamulyan

BLORA||SJ – Semangat pelestarian seni tradisi di tanah Jawa terus membara tanpa kenal surut. Menyambut datangnya bulan Suro, Objek Wisata Rakyat Medang Kamulyan yang terletak di Desa Sendangharjo bersiap menjadi saksi sejarah gelaran budaya akbar bertajuk “Kirab Geni”. Acara yang dijadwalkan runtut pada Sabtu malam Minggu, 04 Juli 2026 mulai pukul 20.00 WIB ini dipastikan bakal menyedot perhatian ribuan pasang mata, mengingat antusiasme luar biasa dari para pejuang budaya lokal.

Kegiatan Suran tahunan ini diinisiasi oleh Paguyuban Barongan Blora Utara “BARA” dan telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Setelah sukses digelar dua tahun berturut-turut (2023 & 2024) di Dukuh Bubak, Desa Purwosari, tahun 2026 ini giliran Desa Sendangharjo yang didapuk menjadi tuan rumah kolosal.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari salah satu pimpinan kesenian barongan, Selamet Heri Widodo (Desa Gedangdowo, Jepon), tercatat sebanyak 14 kelompok seni barongan dan jaranan baik dari wilayah Blora Utara maupun representasi undangan luar daerah telah menyatakan kesiapan penuh untuk unjuk gigi. Tidak main-main, ratusan seniman lintas generasi akan tumpah ruah memadati rute kirab.

Menampilkan kombinasi antara Penari Barongan, Bujangganong, Gendruwon, Joko Ludro, Warok, hingga pemusik (Panjak) dan kru pendukung, berikut adalah peta kekuatan penuh dari masing-masing paguyuban yang siap menggetarkan panggung budaya:

TARUNO COKRO JOYO (Cakaran, Desa Ngampel) Formasi: 4 Barongan, 3 Bujangganong, 5 Jaranan Total 25 Personil.

NGAHWONO SETO (Ds. Nglangitan RT 04/RW 03)Formasi: 3 Barongan, 2 Gendruwon. Total 25 Personil.

MANGGOLO SURO (Ds. Sitirejo) Formasi: 4 Barongan, 4 Bujangganong, 2 Gendruwon. Total 18 Personil.

SARDULO SURO DILOGO (Bubak, Purwosari) Formasi: 10 Umbul-umbul, 6 Barongan, 4 Bujangganong, 8 Jaranan. Total 61 Personil.

SINGO REDJO GUMELAR (Dk. Kalirejo, Desa Keser) Formasi: 4 Barongan, 2 Bujangganong, 1 Gendruwon. Total 25 Personil.

KUMARA SINGA MUDHA (Tambaksari) Formasi: 5 Barongan, 4 Bujangganong, 11 Jaranan. Total 60 Personil.

GEMBONG KENCONO MUDHO (Dk. Geneng, Desa Keser) Formasi: 2 Barongan, 2 Bujangganong, 1 Gendruwon. Total 17 Personil.

SINGO KENCONO (Desa Sitirejo) Formasi: 5 Barongan, 2 Gendruwon. Total 29 Personil.

KEMBANG AJI JOYO (Dk. Kembang, Ds. Jurangjero, Bogorejo) Formasi: 4 Warok, 7 Barongan, 5 Bujangganong, 8 Jaranan. Total 60 Personil.

SATYA SINGA MUDA (Ds. Tempuran) Formasi Masterpiece: 10 Barongan, 4 Bujangganong, 4 Gendruwon, 8 Jaranan, 2 Warok. Total 70 Personil.

JOYO KUSUMO (Dk. Bengir, Desa Keser) Formasi Teatrikal Lengkap: 7 Barongan, 5 Joko Ludro, 7 Untup+Nggainah, 2 Pecut, 10 Obor, 4 Panji, 3 Sembur. Total 70 Personil.

MUSTIKA NUSWANTORO (Ds. Krabyakan) Formasi: 8 Barongan, 4 Bujangganong, 2 Gendruwon, 6 Jaranan. Total 50 Personil.

NEW GEMBONG AJI SETO (Desa Bulu, Kec. Bulu, Kab. Rembang) Formasi Tamu Kehormatan: 4 Barongan, 2 Bujangganong, 1 Joko Ludro, 5 Jaranan, 1 Pecut.Total 35 Personil.

SETO KUMORO JOYO (Ds. Gedangdowo, Kec. Jepon)Formasi Penutup: 5 Barongan, 4 Bujangganong, 2 Gendruwon, 6 Jaranan. Total 41 Personil.

Ketua Panitia Kirab Geni, Kang Denny, melalui perwakilan panitia pelaksana menegaskan bahwa esensi dari pendirian paguyuban BARA adalah sebagai media silaturahmi sekaligus poros utama pengembangan seni budaya, khususnya kesenian Barongan di wilayah Blora Utara.

Rute kirab akan mengambil titik Start dari Lapangan Sepakbola Medang Desa Sendangharjo, bergerak menyusuri jalan raya ke arah timur, dan akan Finish di kawasan Wisata Rakyat Medang Kamulyan, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan pentas panggung spektakuler.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh grup barongan yang berpartisipasi, serta kepada Bapak Pipin selaku pemilik Wisata Medang Kamulyan yang telah memberikan dukungan total (support) penuh bagi suksesnya kegiatan ini,” ujar pihak panitia.

Lebih lanjut, momentum berkumpulnya ratusan seniman secara swadaya ini diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah daerah. Panitia berharap gerakan akar rumput ini mampu membuka mata Pemerintah Kabupaten Blora, khususnya instansi terkait seperti DINPORABUDPAR, untuk lebih serius dan konkret dalam melakukan pembinaan serta pelestarian seni tradisi.

Sudah saatnya birokrasi memberikan dukungan moral, finansial, serta kesempatan yang adil dan merata bagi grup-grup barongan “pinggiran” agar senantiasa dilibatkan dalam agenda ataupun program resmi kedinasan.

Senada dengan hal tersebut, Selamet Heri Widodo juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Blora untuk hadir memadati rute kirab dengan tertib, aman, sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para pejuang kebudayaan yang siap tampil habis-habisan demi mengharumkan nama desa masing-masing.

Catat tanggalnya, jaga ketertiban, dan jadilah saksi hidup dari gemuruh megahnya kebudayaan nusantara di Wisata Rakyat Medang Kamulyan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *