Kabupaten Semarang||SJ — Aktivitas perjudian jenis dadu kopyok diduga kembali marak di wilayah Gembol, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Aktivitas yang disebut berlangsung cukup ramai tersebut mulai meresahkan masyarakat sekitar.
Dari informasi yang dihimpun, lokasi tersebut bukan hanya didatangi warga lokal. Sejumlah pemain disebut datang dari berbagai wilayah di luar kawasan Bawen, sehingga aktivitas perjudian diduga berlangsung secara terbuka dan terorganisir.
Selain itu, muncul dugaan bahwa pengelola tempat perjudian tersebut berinisial E. Informasi ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang.
Yang menjadi sorotan, muncul dugaan adanya oknum anggota TNI yang turut berada di lokasi dan disebut-sebut membandari atau menjadi bagian dari aktivitas permainan dadu tersebut. Namun, informasi mengenai identitas maupun keterlibatan oknum tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Jika aktivitas perjudian tersebut memang berlangsung ramai dan diketahui banyak orang, bagaimana mungkin aparat penegak hukum (APH) setempat tidak mengetahui atau belum melakukan tindakan?
Warga berharap aparat tidak menunggu aktivitas tersebut semakin meluas dan menimbulkan dampak sosial yang lebih besar. Apabila benar terdapat praktik perjudian, masyarakat meminta adanya penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu.
Redaksi juga mendorong Polres Semarang, Polda Jawa Tengah, serta unsur TNI terkait untuk melakukan pengecekan dan memberikan klarifikasi mengenai dugaan aktivitas perjudian tersebut, termasuk kebenaran informasi mengenai adanya oknum anggota TNI yang disebut terlibat.
Redaksi juga mendorong Polres Semarang, Polda Jawa Tengah, serta unsur TNI terkait untuk melakukan pengecekan dan memberikan klarifikasi mengenai dugaan aktivitas perjudian tersebut, termasuk kebenaran informasi mengenai adanya oknum anggota TNI yang disebut terlibat serta dugaan pengelola berinisial E.
Pertanyaan publik kini sederhana: apakah aktivitas tersebut memang tidak diketahui aparat, atau justru ada pihak yang sengaja membiarkannya?
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut maupun berkepentingan dalam pemberitaan ini.
(Tim)






