Home / News / Ketua Lembaga Aliansi Indonesia DPC Blora mendorong Percepatan legalitas Ekplorasi minyak Di wilayah Blora

Ketua Lembaga Aliansi Indonesia DPC Blora mendorong Percepatan legalitas Ekplorasi minyak Di wilayah Blora

Blora, suarajateng.co.id – Kabupaten Blora kembali menjadi sorotan sebagai wilayah dengan potensi minyak dan gas bumi (migas) tertinggi di Jawa Tengah. Dengan sebaran mencapai 3.136 titik sumur, baik sumur tua maupun sumur rakyat, Blora memegang peranan krusial dalam memperkuat pondasi ketahanan energi nasional menuju target 1 juta barel per hari.

​Ketua Aliansi Indonesia DPC Blora, Ipnu Sutomo, menegaskan bahwa optimalisasi kekayaan alam ini harus berjalan selaras dengan standar keamanan yang ketat dan regulasi yang jelas. Hal ini disampaikan menyusul evaluasi terhadap berbagai insiden di sektor migas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia baru-baru ini.

​Menurut Ipnu, tragedi yang pernah terjadi di sektor migas, termasuk di Banyuasin, Sumatera Selatan, harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan di Blora. Ia menekankan bahwa eksploitasi migas bukanlah sekadar mengambil hasil bumi, melainkan sebuah proses teknis yang membutuhkan keahlian tinggi.

​”Kami menekankan bahwa sosialisasi jauh lebih penting dan efektif bagi para pengelola minyak di Blora. Tragedi di tempat lain cukup menjadi pembelajaran agar kita paham risiko. Aturan teknis wajib dipatuhi demi menjamin keselamatan pekerja dan warga sekitar,” tegas Ipnu.

​Pemanfaatan sumur tua dan sumur rakyat diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Ipnu Sutomo mendorong peran aktif Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Koperasi Unit Desa (KUD), hingga BUMDes agar pengelolaan migas dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat setempat.

​Visi besar ini mencakup tiga poin utama:

Peningkatan Produksi: Mengoptimalkan sumur-sumur yang ada untuk mendukung target nasional.

Keamanan Kerja: Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman tanpa adanya intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ekonomi Inklusif: Membuka lapangan pekerjaan baru melalui pemberdayaan UMKM dan unit usaha desa.

​Menutup pernyataannya, Ipnu Sutomo mengajak seluruh elemen, mulai dari Pemerintah Provinsi, SKK Migas, Pertamina, hingga jajaran Forkopimda, untuk bersinergi secara maksimal.

​”Dampak ekonomi dari pengelolaan migas yang benar ini sangat nyata. Kita bicara tentang perputaran ekonomi yang lebih sehat dan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga Blora. Mari kita kelola sumber daya alam ini dengan hati dan profesionalisme,” pungkasnya.

​Dengan tata kelola yang transparan dan berbasis keselamatan, Blora optimis dapat bertransformasi menjadi pusat energi yang mandiri sekaligus motor penggerak ekonomi rakyat di Jawa Tengah.

(Tim redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *