Home / BLORA / Warga Desa Sukorame Tunjungan Blora Keluhkan Dugaan Pencemaran Limbah Dari Gudang Solar Yang Mengalir Di Parit Dan Persawahan

Warga Desa Sukorame Tunjungan Blora Keluhkan Dugaan Pencemaran Limbah Dari Gudang Solar Yang Mengalir Di Parit Dan Persawahan

Blora, suarajateng.co.id – Keluhan serius datang dari warga Desa Sukorame, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Aktivitas sebuah gudang solar yang diduga mendatangkan pasokan dari Palembang dituding menjadi penyebab pencemaran lingkungan di area persawahan warga.

Salah satu warga setempat berinisial SO mengungkapkan kekhawatirannya terkait adanya limbah solar yang menggenangi parit hingga masuk ke area persawahan. Menurut SO, kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi.

“Dulu sudah pernah terjadi pencemaran. Kalau musim penghujan tiba, limbah di parit itu pasti terbawa arus sampai ke sawah lagi,” ujar SO saat memberikan keterangan pada Selasa (5/5/2026).

Merespons keluhan tersebut, tim media bersama Kepala Desa Sukorame, Kowo, langsung mendatangi lokasi gudang solar pada Selasa (5/5/2026). Di lokasi tersebut, tim bertemu dengan Antok, pengurus gudang asal Semarang.

Dalam keterangannya, Antok mengeklaim bahwa aktivitas gudang tersebut sebenarnya sudah lama berhenti (off) dan baru beroperasi kembali bulan ini dan solar ini dikirim dari palembang dan kami menerima sudah solar matang dan solar kami adalah solar industri, kalau untuk bahan bakunya disana dari minyaj gunung atau minyak apa saya tidak tau.

“Gudang ini buka lagi baru bulan ini. Kalau sudah ada limbah itu, kami malah tidak tahu. Kalau dulu memang pernah ada tapi sudah lama sekali. Kalau sekarang saya malah tidak tahu,” ujar Antok.

Didampingi Kepala Desa dan pengurus gudang, tim media melakukan pengecekan langsung ke titik parit dan persawahan yang diduga tercemar. Antok sempat membantah bahwa warna hitam di sawah tersebut berasal dari aktivitas gudang mereka.

“Kalau dari limbah kami, pasti tanaman sudah pada kering karena unsur minyak itu panas,” kata Antok.

Namun, saat melakukan pengecekan langsung dan mencium aroma di parit, Antok mengakui adanya bau solar. “Ini campuran air dan lumpur tapi masih ada baunya. Kalau dari minyak (murni), pasti rumput ikut kering,” tambahnya.

Persoalan ini tidak akan berhenti pada pengecekan fisik semata. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan legalitas operasional gudang tersebut.

Tim media berkomitmen untuk segera mendatangi dinas-dinas terkait guna mengorek secara mendalam seluruh dokumen perizinan, terutama mengenai Izin Lingkungan dan Tata Kelola Limbah. Upaya ini dilakukan agar persoalan pencemaran di Desa Sukorame terkupas tuntas demi keadilan warga dan kelestarian lingkungan.

(Tim redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *